FAKTOR ARGONOMIK
LINGKUNGAN FISIK
Lingkungan fisik yang mendukung komputasi telah berevolusi dari stasiun kerja berbasis terminal bodoh menjadi konfigurasi publik/ personal baik yang bersifat menetap maupun bergerak ( mobile ). Hal ini meningkatkan kemampuan teknologi komputasi untuk meningkatkan kualitas aktivitas manusia dan perancangan interaksi secara signifikan.
Lingkungan fisik akan mempengaruhi berbagai aspek perancangan interaksi, dan beberapa persyaratan dapat saling bertolak belakang satu sama lain. Berikut ini adalah sejumlah isu yang perlu di perhaitkan dalam merancang lingkungan fisik komputasi:
- Keamanan – Salah satu tujuan ergonomik adalah untuk menciptakan suatu lingkungan fisik komputasi yang aman. Hal ini dapat merupakan suatu pertimbangan utama pada sejumlah sistem, terutama sitem – sistem yang digunakan untuk misi – misi yang berbahaya sialnya, cukup banyak contoh dari situasi beresiko tinggi dan berakibat fatal karena kesalahan yang berhubungan erat dengan komputer. Salah satu contoh yang cukup terkenal dalah piranti radiasi terkendali komputer yang disebut Therec-25. Karena kesalahan perancangan pada mesin tesebut, teknisi medis secara tidak disadari menempatkan pasien dalam situasi yang sangat berbahaya karena pengaruh radiasi.
- Efisiensi – Sistem tidak selayaknya menghruskan pengguna untuk bekerja lebih dari yang di perlukan. Jika cara memanipulasi peranti fisik kaku atau janggal, atau tidak konsisten dengan kemampuan manusia secara umum, efisiensi akan menurun jauh.
- uangan pengguna – Tingkat kenyamanan pengguan ketika menggunakan suatu sistem harus diperhatikan. Dalam hal ini, misalnya, harus cukup ruang berdiri, duduk, atau bergerak secara nyaman. Sekelompok cenderung menggunakan komputer untuk waktu yang cukup lama. Jika perancangan fisik tidak memadai, pengguna dapat merasakan kelelahan, bahkan cedera. Komputer dan peranti penyedia informasi dan layanan akan digunakan oleh banyak orang dengan kemampuan fisik yang berbeda, sehingga harus dapat di atur kembali semudah mungkin untuk memperoleh kenyamanan setinggi mungkin dan mengurangi resiko kesakitan selama penggunaan jangka panjang. Selain itu, sistem juga harus mudah diatur kembali ke posisi dasar. Posisi dasar ini harus dirancang seakurat mungkin.
- Ruang kerja – Pengguna perlu diberi kemampuan untuk membawa obyek kerja, misalnya buku tulis dan sejumlah peranti informasi seperti PDA ke lingkungan komputasi dan dapat menggunakanya dengan nyaman. Pengguna yang harus menyalin teks dari kertas harus mempunyai semacam pemegang materi yang akan di salin dan ditempatkan sedemikian rupa sehingga pengguna dapat memandang teks kertas maupun layar kmputer dengan nyaman.
- Pencahayaan – Iluminasi sekitaran dapt mempengaruhi jarak pandang ke layar tampilan. Pencahayaan di luar ruangan lebih susah untuk di kendalikan.
- Kegaduhan – Kegaduhan dapat mempengaruhi kemudahaan pengguna menggunakan antar muka yang berhubungan dengan pendengaran. Sejumlah lingkungan, misalnya telepon gemggam atau pager harus mempunyai pengaturan suara yang mudah di akses. Hampir semua telepon genggam juga mempunyai pengatur suara yang mudah di akses. Hampir semua telepon genggam juga mempunyai kemampuan getar untuk menghindarkan suara yang mengganggu peranti lain, misalnya kmputer yang dapat di tenten, juga harus dirancang dengan mempertimbangkan hal di atas.
- Polusi – Sejumlah lingkungan industri, misalnya pabrik atau gudang, sangat susah untuk di pertahankan kebersihanya. Seringkali pengguna harus bekerja di lingkungan yang kotor atau berminyak. Peranti seperti papan ketik atau mouse akan mudah rusak jika di operasikan. Pada lingkungan seperti ini. Jalan keluar dengan menggunakan tutup papan ketik palastik, penutup layar sentuh yang dapat di cuci, dan antarmuka yang berhubungan dengan suara perlu mempertimbangkan sejumlah aspek di atas.
ASPEK ERGONOMIK DARI STASIUN KERJA
Berbagai pengamatan telah dilakukan para ahli untuk mengetahui berbagai efek negative yang dialami oleh operator computer. Dari berbagai pengamatan tersebut disimpulkan bahwa terdapat beberapa parameter-parameter yang berpengaruh pada kenyamanan pekerja yang menggunakan stasiun kerja, antara lain:
- Tumpuan punggung dan pinggang
- Garis visual antara mata dan bagian atas layar tampilan
- Kilau cahaya ke layar karena sumber cahaya lain
- Jarak antara badan dan layar tampilan
- Tumpuan kaki
- Pemegang dokumen
- Posisi telapak tangan dan lengan
- Posisi tangan dan siku
- Titik pusat layar tampilan dan papan ketik di depan anda
- Posisi keyboard bersudut negative
- Meja kerja yang stabil
- Istirahat secara periodic
Selain parameter-parameter di atas terlebih dahulu perlu dipahami empat aspek dasar yang berhubungan ergonomic yang berhubungan dengan fungsi penggunaan stasiun kerja, yaitu:
- Aspek pertama berhubungan dengan lingkungan kerja, antara lain: tempat stasiun kerja diletakkan, tempat stasiun kerja dimanfaatkan, dan kondisi lingkungan kerja.
- Aspek kedua berhubungan dengan durasi kerja, antara lain: lama penggunaan stasiun kerja tersebut digunakan, misalnya empat jam sehari, sepuluh jam sehari
- Aspek ketiga berfokus pada tipe pekerjaan, antara lain kebutuhan gerak motoric dan persepsi untuk menyelesaikan suatu pekerjaan
- Aspek keempat terkait antara lain dengan beban psikologi yang dihadapi selama ia mengerjakan pekerjaannya, misalnya pekerjaan yang menyenangkan atau membosankan, tantangan yang diberikan oleh pekerjaan tersebut, dan arti khusus dari suatu pekerjaan kepada para pekerja.
Aspek-aspek di atas merupakan basis evaluasi empt aspek isu kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaan yang dilakukan menggunakan bantuan stasiun kerja. Aspek-aspek itu meliputi beban visual, beban otot, beban postur tubuh dan beban tekanan mental:
- Beban visual antara lain berupa iritasi mata, pandangan yang mengabur, dan kadang-kadang disertai munculnya rasa pening pada kepala.
- Beban otot muncul dalam bentuk kelelahan otot, ketegangan otot, dan rasa sakit pada beberapa bagian persendian, seperti siku, jari, tangan, leher.
- Beban postur tubuh berhubungan erat dengan berbagai otot yang digunakan tubh untuk mempertahankan posisi tegak selama seseorang duduk di kursi, seperti otot punggung dan pinggang, lutut, dan tumit.
- Beban tekanan emosi dapat muncul dalam bentuk rasa cemas, tertekan atau depresi, reaksi-reaksi seperti perasaan bosan, dan tidak puas.
Kita dapat melihat berbagai modifikasi yang diperlukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan berbagai keluhan di atas berdasarkan empat tipe pekerjaan yang banyak dilakukan dengan bantuan stasiun kerja: pemasukan data, akuisisi data, interaktif, dan pengolahan kata.